Bandung – Dalam rangka memperkuat ketahanan wilayah sekaligus meningkatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Kodim 0618/Kota Bandung menggelar kegiatan Pembinaan Ketahanan Wilayah Tangguh Kencana Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan pembinaan teritorial TNI AD dalam membangun wilayah yang tangguh, aman, mandiri, dan siap menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, serta gangguan.
Kegiatan dihadiri jajaran TNI AD, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang berkomitmen mendukung penguatan ketahanan wilayah melalui kolaborasi, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pembinaan Ketahanan Wilayah Tangguh Kencana juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya persatuan, kepedulian terhadap lingkungan, kesiapsiagaan, serta semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai dinamika yang berkembang di wilayah.
Babinsa Kelurahan Lebak Gede, Peltu Suhardiman, mengatakan bahwa peran Babinsa tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan stabilitas keamanan, tetapi juga sebagai penggerak kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan Pembinaan Ketahanan Wilayah Tangguh Kencana Tahun Anggaran 2026, kami terus memperkuat komunikasi sosial dan membangun kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat. Ketahanan wilayah akan terwujud apabila masyarakat memiliki kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungannya, ” ujar Peltu Suhardiman.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi unsur penting dalam mendeteksi dan mengantisipasi berbagai potensi permasalahan sejak dini.
Sementara itu, Danramil 1808/CBL-CDDP, Kapten Cba Agus Widarba, menegaskan bahwa pembinaan wilayah merupakan salah satu bentuk implementasi pembinaan teritorial yang harus dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan.
“Program ini menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketahanan wilayah. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif, ” kata Kapten Cba Agus Widarba.
Dandim 0618/Kota Bandung, Kolonel Inf Robil Syaifullah, menyampaikan bahwa keberhasilan pembinaan ketahanan wilayah sangat ditentukan oleh partisipasi aktif seluruh komponen bangsa.
“Ketahanan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kami terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar tercipta masyarakat yang tangguh, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai dinamika yang berkembang, ” ungkap Kolonel Inf Robil Syaifullah.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang kuat antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah Kota Bandung.
Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menekankan bahwa ketahanan wilayah merupakan bagian penting dari ketahanan nasional yang harus terus dipelihara melalui pembinaan secara berkesinambungan.
“Pembinaan Ketahanan Wilayah Tangguh Kencana Tahun Anggaran 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional yang dimulai dari tingkat wilayah. Saya berharap seluruh aparat kewilayahan bersama pemerintah daerah dan masyarakat terus menjaga soliditas, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat semangat persatuan dalam menghadapi setiap tantangan bangsa, ” tegas Mayjen TNI Kosasih.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan tersebut diharapkan mampu mewujudkan wilayah yang aman, tangguh, mandiri, serta memiliki daya tahan tinggi dalam menghadapi berbagai potensi ancaman dan gangguan demi mendukung terwujudnya ketahanan nasional. (PERS)

Suhardiman